Setelah 5 Kali Gagal Mendapatkan Beasiswa, Samodra Berhasil mendapatkan Beasiswa ke Singapura...

Setelah 5 Kali Gagal Mendapatkan Beasiswa, Samodra Berhasil mendapatkan Beasiswa ke Singapura dengan Perisapan yang Minim

2037
SHARE
Loading...

Jhendra Ageng Samodra adalah salah satu mahasiswa Universitas Gajah Mada yang mendapatkan kesempatan untuk kuliah di Singapura melalui beasiswa dari Tamasek Foundation. Program beasiswa ini dikenal dengan nama Temasek Foundation – Leadership Enrichment and Regional Networking atau (TF LEaRN) yang diadakan di National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU) dan Singapore Management University (SMU).

Proses mendapatkan beasiswa ini dimulai dengan mendaftar secara internal dikampus UGM. Seleksinya diadakan di 2 lembaga yang berbeda dimana keduanya sama-sama memiliki MoU dengan NUS. Dua lembaga itu adalah Kantor Urusan Internasional (KUI) dan Pusat Studi Sosial Asia Tenggara (PSSAT). Samodra waktu itu mengikuti seleksi yang diadakan oleh PSSAT UGM dimana seleksinya meliputi seleksi administrative, karya ilmiah dan wawancara.

Seleksi tersebut merupakan seleksi beasiswa pertama bagi Samodra sehingga ia cukup khawatir dengan hasilnya nanti. Apalagi sisa-sisa kegagalan pertukaran pelajar ke Amerika sewaktu SMA dulu masih ia rasakan. Ia sudah berhasil hingga tahap akhir tetapi akhirnya gagal. Tak hanya itu, ia juga pernah mengikuti pertukaran pelajar Global UGRAD 2009 ke Amerika serikta namun gagal juga di tahap akhir.

Program Tohoku IPLA 2010 pun ia coba tetapi lagi-lagi ia gagal ke Jepang. Tahun selanjutnya ia mengikuti IELSP 2011 selama 5 minggu di Amerika Serikat tetapi hasilnya gagal pada tahap akhir pula. Bahkan ia pernah mencoba program TF NUS LEaRN 2009 namun gagal pula. Kepesimisannya membuat ia tidak memaksimalkan diri pada pendaftaran TF NUS LEaRN 2011 ini.

Lagi-lagi Samodra disibukkan dengan kegiatan lain saat pendaftaran TF NUS LEaRN ini. Pada saat pendaftaran ia baru saja dinyatakan gagal seleksi Total Summer School 2011 di Paris karena tidak mengikuti seleksi wawancara. Ia juga sedang mengikuti 2 kompetisi Debat di Makassar dan bandung.

Tepat pada pengumpulan berkas ia juga sisibukkan dengan persiapan pelatihan delegasi UGM ke Konferensi Internasional di Singapura, Harvard WorldMUN 2011. Waktu itu bersamaan pula ia menyiapkan tugas akhir kuliah. Dan hasil tes TOEFL yang diserahkan untuk mendaftar TF NUS LEaRN 2011 ini juga hasil tes TOEFL 6 bulan yang lalu.

Loading...

Surat rekomendasi dari dosen pun juga baru ia dapatkan satu jam sebelum batas pengumpulan berkas. Begitu banyak kegiatannya sehingga ia sangat tidak maksimal dalam persiapannya.

Meskipun ia merasa bahwa persiapannya sangat tidak maksimal di awal, entah mengapa ia terus berusaha untuk memenuhi persyaratan dan mengusahakan pendaftaran tersebut. Walaupun secara rasional persiapan yang tidak maksimal akan menimbulkan hasil yang kurang maksimal pula.

Ternyata dari keterbatasan persiapannya itu ia mendapatkan kabar bahagia 2 minggu setelah submit  berkas dari PSSAT UGM. Ia pun mendapatkan kabar bahwa ia termasuk salah satu penerima beasiswa TF-LEaRN Award 2011. Alhamdulillah, hal yang ia dambakan sejak SMA akhirnya tercapai meski harus melewati banyak kegagalan terlebih dahulu.

Referensi :

https://jsamodra.wordpress.com/2011/09/17/nus-story-1/

 

Loading...

LEAVE A REPLY