Berikut Sistem Penilaian seleksi SBMPTN yang Perlu Kamu Pahami

Berikut Sistem Penilaian seleksi SBMPTN yang Perlu Kamu Pahami

3531
SHARE
Okezonenews.com
Loading...

Sistem Penilaian SBMPTN kadang menjadi salah satu momen paling misterus bagi yang pernah mengalaminya karena yang mati-matian belajar ataupun yang paling pintar satu sekolah pun kadang-kadang malah tidak lolos seleksi SBMPTN dan yang biasa-biasa saja bisa lolos bahkan ke jurusan dan kampus favorit sekalipun.

Dan salah satu hal yang menjadi kunci sukses untuk lolos SBMPTN sudah tentu kesiapan diri baik fisik maupun mental dengan latihan soal dan upgrade akademik yang baik dari tahun ke tahun saat SMA salah satu modal yang cukup untuk membuatmu lolos SBMPTN

Sistem Penilaian SBMPTN

Pada tahun 2009, Sistem penilaian dari SBMPTN berbeda dengan tahun setelahnya yaitu menggunakan sistem hasil nilai mentah yaitu mengakumulasika nilai dari mata pelajaran yang diujikan dengan terpisah, dan berbeda dengan tahun setelahnya dimana menggunakan sisem persentase dimana para peserta SBMPTN harus mengerjakan semua mata pelajaran yang di ujikan, karena semua hasil tes diperiksa dengan sistem yang terpisah tidak akumulasi nilai semua mata pelajaran

Hal ini menjadi perbedaan yang sangat mencolok karena sebelum 2009 banyak sekali yang lolos seleksi SBMPTN (dulu SNMPTN) dengan hanya memilih satu pelajaran yang paling dikuasai, dan mata pelaran lain tidak diisi bahkan tidak diisi sama sekali, hasilnya banyak sekali peserta yang dari latar belakang IPA lolos seleksi di Akuntasi UI dan Fikom UNPAD hanya mengandalkan kemampuan masiing-masing (khususnya sains)

Sistem penilaian persentil menghendaki peserta untuk mengerjakan semua mata ujian. Jadi jika peserta mengosongkan jawaban makan akan berpengaruh terhadap nilai. Dari penilaian ini, nantinya akan diberikan rangking dan peserta  yang rangkingnya bagus di semua mata pelajaran yang diujikan.

Loading...

Tes Bidang studi Prediktif dalam SBMPTN

Aturan penilaian setiap bidang studi adalah:

  • Jika jawaban benar, dikalikan 4
  • Jika jawaban salah, dikali -1
  • Jika tidak dijawab dikalikan 0

Dengan aturan diatas, dapat disimpulkan kamu tidak boleh menjawab asal-asalan carilah soal yang memiliki jawaban yang relative murah dan mampu kamu jawab dengan cepat terlebih dahulukarena menjawab pertanyaan yang sulit memakan waktu yang cukup banyak dan tentunya waktu kamu akan termakan sia-sia.

Tim Englishforall.id memberikan ilustrasi dari dua orang peserta yang mengerjakan 7 soal SBMPTN

  1. Peserta A menjawab soal dengan rincian
  • Jawaban soal no.1 benar (skor 4)
  • Jawaban soal n0.2 benar (skor 4)
  • Jawaban soal no.3 salah (skor -1)
  • Jawaban soal no.4 salah (skor -1)
  • Jawaban soal no.5 salah (skor -1)
  • Jawaban soal no.6 salah (skor -1)
  • Jawaban soal no.7 salah (skor -1)
  • Jadi jumlah skornya adalah 3
  1. Peserta B hanya menjawab 1 soal yaitu soal no.1 sementara soal lainnya tidak diisi, maka si B menjadapat skor 4.

Bobot TBSP terhadap total skor diatas  adalah 70{d9775817d1000b7b9cd87670de73f89ee785f44791f9392668bc2eef96b49779}, apabila jumlah yang di ujikan 7 mata pelajaran maka masing-masing mempunyai bobot 70{d9775817d1000b7b9cd87670de73f89ee785f44791f9392668bc2eef96b49779} : 7 = 10{d9775817d1000b7b9cd87670de73f89ee785f44791f9392668bc2eef96b49779} sedangkan sisanya yang 30 {d9775817d1000b7b9cd87670de73f89ee785f44791f9392668bc2eef96b49779} untuk bobot TPA. Jika skor telah didapat, maka dilakkan pemboboan hasil TBSP dengan masing-masing mata pelajaran dikali 10{d9775817d1000b7b9cd87670de73f89ee785f44791f9392668bc2eef96b49779} (0,1) (total 70 {d9775817d1000b7b9cd87670de73f89ee785f44791f9392668bc2eef96b49779} karena ada 7 bidang studi).

Soal Ujian bagian Tes Potensi akademik (TPA)

Tes Potensi Akademik (TPA) memiliki bobot penilaian sebesar 30 {d9775817d1000b7b9cd87670de73f89ee785f44791f9392668bc2eef96b49779}. Bentuk TPA ini adalah kemampuan berpikir secara logis. Tes ini berbeda dengan psikotes yang harus ditangani khusus oleh psikolog. Pada dasarnya, TPA bertujuan untuk menyaring peserta dengan menekankan penilaian pada tiga poin yaitu kemampuan hitungan, analisis dan komunikasi.

Dalam penilaian SBMPTN, terdapat dua tipe soal untuk masing-masing kelompok ujian yaitu ujian Kategori Saintek dan Soshum. Untuk kalian yang memilih jurusan dengan latar belakang seperti kesehatan, teknik dll harus memilih kelompok uji Saintek. Untuk kalian yang memilih program studi seperti Akuntansi, sosiologi, Hukum, dll kalian memilih kelompok uji Soshum, sedangkan untuk Campuran kalian harus mengerjakan kedua kelmpok tes yaitu Soshum dan Saintek.

Berikut sistematika cara penilaiannya.

ba

beberapa strategi berikut ini bisadijadikan senjaa menghadapi tes SBMPTN :

  1. Pahami kriteria penilaian SBMPTN yang sudah dijelaskan diatas
  2. Pelajari soal-soal SBMPTN dari tahun-tahun sebelumnya ( biasanya memiliki karakteristik yang sama)
  3. Ikuti try out dari jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan SBMPTN berlangsung
  4. Cari tahu informasi jumlah pendaftar dan daya tampung program studi yang kamu pilih.
  5. Jawab pertanyaan semua bidang pelajaran yang diujikan jangan sampai ada yang
  6. Jangan tergesa-gesa dalam menjawab soal
  7. Jawab soal yang paling mudah terlebih dahulu, jangan sampai menghabiskan waktu lama untuk menjawab soal sulit
  8. Berusaha sebaik mungkin kemudian berdoa dan pasrahkan kepada Tuhan, jangan lupa selalu optimis.
Loading...

1 COMMENT

  1. Baru tahu penilaiannya seperti itu gan. Ane kira langsung score total tanpa persen2 segala. Jadi benar 4 salah -1. Makasih banget infonya gan.
    Lalu apakah ada nilai mati yang banyak dibicarakan orang?

LEAVE A REPLY