4 Bulan belajar IELTS Tubagus Rizky Darmawan Gagal Beasiswa KGSP dan Turkiye...

4 Bulan belajar IELTS Tubagus Rizky Darmawan Gagal Beasiswa KGSP dan Turkiye Burslari Namun Berhasil ke Australia dengan LPDP

3227
SHARE
Loading...

Mendapatkan beasiswa dan studi di luar negeri adalah mimpi dan target Rizky Darmawan.  Usahanya untuk meraih mimpi tersebut ia lakukan dengan kursus intensif IELTS selama 4 bulan. Krena memang IELTS adalah syarat utama untuk apply beasiswa. Selam proses mencapai nilai IELTS yang mumpuni hampir setiap pagi hingga malam ia membaca buku Cambridge dan Barron. Namun mendapatkan beasiswa tidaklah mudah beberapa kesempatan mendapatkan beasiswa ia coba dari Turkiye burslari hingga KGSP namun gagal. Hal itu tak menjadikan ia putus asa dan menyerah begitu saja.  Ia memahami bahwa segalanya butuh proses dan tak ada yang instan dalam meraih beasiswa.

Buah kegagalannya itu membuat ia untuk mendaftar universitas terlebih dahulu baru mencari beasiswa. Ia pun mencoba apply  di Monash University, Australia dan berhasil mendapatkan LoA. Tetapi biayanya sangat tinggi dan tak mungkin akan ia tempuh tanpa beasiswa. Ia pun mengurungkan niat untuk kuliah di Australia. Tak berhenti sampai disana ia pun mencari jalan lain untuk study abroad.

Akhirnya ia diberi kesempatan untuk mengikuti seleksi beasiswa riset Lab Network System Laboratory di Kumoh National Institute of Technology (KIT), Korea. Seluruh rangkaian seleksi ia lalui mulai dari mengurus berkas, interview lewat skype hingga survey paper. Hasilnya, KIT menerimanya dengan syarat mencapai nilai IELTS minimal 5.5.

Alhamdulillah nilai IELTS-nya memenui syarat yakni 6.5 dan ia pun resmi dinyatakan dterima  beasiswa riset NSL Laboratory. Namun perjuangan belum selesai, ia harus bisa mendapatkan LoA dari KIT dengan mengirimkan dokumen yang di butuhkan ke Korea untuk bisa kuliah disana.

Sembari menunggu LoA dari KIT dalam benaknya masih ingin melanjutkan studi ke Australia. Ia pun mencoba mendaftar beasiswa LPDP. Sayangnya pendaftaran telah ditutup. Tetapi Allah punya rencana lain, pada tahun 2014 dibuka jalur khusus, jalur tambahan. Mendengar berita itu ia langsung bergegas menyiapkan berkas dan apply LPDP.

Dalam waktu 1 bulan dengan 2 proses seleksi yakni administratif dan substantif  ia berproses untuk mendapatkan beasiswa ini.  Alhamdulillah ia pun mendapatkan hadiah dari Allah bahwa ia dinyatakan diterima beasiswa LPDP dengan tujuan Monash University, Australia.

Loading...

Titik perjuangan baru akan dimulai setelah ini karena masih ada kegiatan PK (program kepemimpinan) yang harus ia lalui untuk bisa secara resmi diterima sebagai awardee LPDP. Dengan berbagai pertimbangan yang matang ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dari beasiswa riset di NSL Lab, Kumoh National Institute of Technology, Korea dan memilih untuk studi lanjut ke Australia dengan beasiswa LPDP. Ia yakin dan mantap dengan keputusannya ini dan ia juga sangat yakin bahwa prosesnya ini tidak hanya karena usaha dan proses panjang yang harus  ia lalui tetapi juga kontribusi doa dan harapan yang ditanamkan oleh orang tua, keluarga dan  sahabat-sahabatnya.

Referensi :

http://tbrizky.tumblr.com/post/90808671963/antara-mimpi-dan-perjuangan

Loading...

LEAVE A REPLY