Gagal Jadi Job Seeker, Armijal Malah Mendapatkan Beasiswa Master di Australia

Gagal Jadi Job Seeker, Armijal Malah Mendapatkan Beasiswa Master di Australia

1318
SHARE
Loading...

Setelah menamatkan S1 di salah satu universitas negeri di Sumetera Utara Armijal mengadu peruntungan dengan menjadi job seeker. Harapannya adalah untuk bisa mendapatkan pekerjaan tetap dan layak dengan bekerja di perusahaan swasta bonafit atau bekerja sebagai karyawan di perusahaan BUMN terkemuka.

Tetapi manusia hanya bisa berusaha dan Tuhan yang menentukan. 3 bulan ia bergelar sebagai job seeker ia masih belum mendapatkan pekerjaan yang ia impikan. Sembari terus mencari pekerjaan impian ia pun mendapatkan tawaran untuk mengajar disalah satu universitas Swasta menjadi dosen. Tawaran tersebut langsung saja ia “iyakan” kaarena menjadi dosen juga merupakan impian terpendammnya selama ini.

Seiring dengan kegiatan yang ia lakukan sebagai pengajar, impiannya untuk menjadi dosen juga semakin mencuat. Ia pun beralih dari job seeker  menjadi scholarship hunter. Tak tanggung- tanggung percobaan pertama ia mendaftar beasiswa dari negeri paman sam takni Fullbright Scholarship.

Segala persiapan ia lakukan mulai dari TOEFL hingga berkas lainnya. Dengan penuh semangat yang menggebu – gebu ia pun membeneranikan diri untuk mengirim berkas tersebut ke Fullbright. Tak ingin semangatnya padam begitu saja ia pun mendapatkan informasi dibukanya beasiswa ADS (Australia Development Scholarship) dari pemerintah Asutralia.

Ingin memberikan aplikasi beasiswa yang benar- benar berbobot dan tidak sekedar lolos meja juri saja, ia membutuhkan waktu selama 4 bulan untuk menyelesaikan form aplikasi beasiswa tersebut.

Setelah mengirimkan aplikasi adalah saat – saat yang paling membuatnya galau yaitu menunggu pengumuman seleksi.  Tepatnya pada bulan Juli 2013 kabar pengumuman hasil seleksi berkas beasiswa Fullbright ia dengar dari dunia maya tetapi ia belum mendapatkan email dari panitia apakah ia lulus atau tidak.

Loading...

Hal tersebut berlanjut hingga bulan Agustus, dan tidak ada konfirmasi dari Panitia perihal kejelasanya akan beasiswa Fullbright. Namun, kegalauan itu terjawab dengan diterimanya aplikasi beasiswa ADS pada bulan November 2013. Ia terpilih sebagai shortlisted candidate  dan berhak mengikuti tes IELTS dan wawancara di pertengahan Januari 2014. Tersisa waktu 2 bulan persiapan  ia pun lebih keras lagi latihan IELTS, serta lebih giat lagi berdoa dan beribadah.

Pertengahan Januari 2014 adalah hari bersejarah baginya, bisa mengikuti wawancara dan tes IELTS ADS adalah sangat keren.  Hal tersebut sudah merupakan pencapaian besar baginya dan ia pun tak memikirkan hasilnya. Apapun hasilnya ia pun ikhlas karena ia telah berupaya yang terbaik.

Allah pun bermurah hati dan memberinya pencapaian yang lebih besar lagi. Tepatnya 5 Februari 2014 ia mendapatkan email dari panitia bahwa ia dinyatakan sebagai penerima beasiswa ADS. Membaca email bahwa ia terpilih sebagai penerima beasiswa ia pun langsung sujud syukur, usaha dan tekadnya selama ini membuahkan hasil manis.

Awal perjuangan baru dimulai setelah ini, selam 4,5 bulan sebelum ia study ke Australia ia harus mengikuti PDT (Pre Departure Training). Hingga saat ia dinyatakan sebagai penerima beasiswa ADS, beasiswa Fullbright pun masih belum ada kabar. Ia pun ikhlas dengan hal tersebut, toh Allah memberinya kesempatan untuk belajar di negeri Kangguru.

 

Referensi :

http://humbleisbeauty.blogspot.co.id/2014/03/the-perfect-transformation.html

Loading...

LEAVE A REPLY