Bersekolah di SMK Tak Menjadi Hambatan Bagi Ilma Alya Untuk Mendapatkan Beasiswa...

Bersekolah di SMK Tak Menjadi Hambatan Bagi Ilma Alya Untuk Mendapatkan Beasiswa Turki di Selçuk University

1520
SHARE
Loading...

Melanjutkan Studi ditengah ekonomi keluarga yang memburuk memang berat. Terlebih ketika Ayah Alya baru saja meninggal pada tahun 2013 lalu. Melanjutkan kuliah seolah tak ada harapan. Namun bermodalkan tekad yang kuat untuk seperti teman-teman yang lainnya ia pun mulai melakukan penellitian berbagai macam beasiswa baik dalam negeri maupun luar negeri. Salah satu beasiswa dalam negeri menolaknya dengan alasan tidak memenuhi nilai TOEFL. Sejak sekolah ia tak mengenal TOEFL yang ia kenal adalah TOEIC karena ia bersekolah di SMK. Tak putus asa dengan hal itu ia mencoba beberapa beasiswa lain di dalam negeri. Ia pun masih belum berhasil sampai akhirnya menemukan beasiswa Turkiye burslari, salah satu beasiswa dari pemerintahan Turki yang memfasilitasi awardee-nya seluruh biaya kuliah dan biaya hidup. Tertarik dengan beasiswa ini, ia pun rajin melihat informasi terkait beasiswa dan seluruh informasi tentang hal itu. Ia yakin Allah tahu peluh siapa yang terkuras untuk usaha yang dilakukannya. Setelah semua informasi ia dapatkan ia pun menyiapkan semua berkas yang diperlukan sejak dini agar bisa dikonsultasikan dan dikoreksi apabila ada kesalahan.

Dari hasil penelitiannya sebelumnya ia  memutuskan untuk mengambil jurusan pariwisata. Jadi, ia membuat list  universitas yang menyediakan jurusan tersebut dan membuat letter of intent. Namun pada kenyataanya background pendidikannya tidak sesuai dengan jurusan tersebut. Ia pun kembali membuat letter of intent dan mencari informasi tentang jurusan yang berkaitan dengan budaya dan bahasa. Berdasarkan pengalaman ia menyarankan bagi scholarship hunter  lainnya untuk terlebih dahulu menentukan jurusan yang akan didaftarkan. Akan lebih baik jika membuat plan a, b, c jurusan yang sesuai minat ataupun yang mendekati minat. Hal ini dimaksudkan agar persiapan dokumen utamanya letter of intent bisa siap di awal waktu.

Berbekal persiapan yang matang ia pun lolos seleksi administratif beasiswa Turkiye Burslari. Ia juga sharing  pengalaman wawancaranya pada beasiswa Turki. Sebelum menghadapi wawancara I sudah menerima email undangan wawancara satu minggu sebelum pelaksanaan. Ia pun memantau perkembangan orang-orang yang juga diundang wawancara dari grup facebook. Jika ada yang memiliki jadwal yang sama ia bisa berkenalan dengan peserta lain sebelum wawancara. Lalu ia pun survey lokasi wawancara sebelum hari H. pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan juga ia persiapkan dengan baik. Utamanya pertanyaan tentang background  pendidikan dan jurusan yang dipilih. Ia juga memperdalam pengetahuannya tentang Negara Turki lagi meskipun disekolahny dulu ia juga belajar bahasa Turki. Untuk menarik perhatian interviewer  ia juga mempelajari beberapa bahasa Turki agar mereka terkesan akan niat dan ketertarikannya akan Turki. Yang tak kalah penting adalah menyiapkan alat peraga seperti hasil karya yang berhubungan dengan jurusan yang dipilih atau jurusan sekolah sebelumnya. Berbekal persiapan wawancara tersebut ia dinyatakan lolos sebagai awardee  dan sejak tahun 2015 menjalani kuliah S1 di Jurusan Bahasa dan Literatur Turki, Selçuk University, Konya, Turkey.

 

Referensi :

http://indonesianstudentinturkey.blogspot.co.id/2016_01_01_archive.html

Loading...

LEAVE A REPLY