Berhasil Menembus Wawancara Beasiswa Turkiye Burslari Tanpa Persiapan, Ini Cara Naelil

Berhasil Menembus Wawancara Beasiswa Turkiye Burslari Tanpa Persiapan, Ini Cara Naelil

6447
SHARE
Loading...

Disibukkan dengan daftar ulang disalah satu kampus terkenal di Yogyakarta hampir membuat naeli lupa bahwa ia juga mendaftar beasiswa Turkiye Burslari.  Saat itu ia tak hany daftar ulang kampus saja tetapi juga menjalani tes bahasa inggris dan tes potensi akademik selama 3 hari berturut-turut. Untuk menghindari kelelahan ia pun sudah stand by di Yogyakarta sebelum tes. Tak disngka suatu hari saat ia berada di Yogyakarta ia mendapatkan undangan tes wawancara beasiswa Turkiye Burslari di Jakarta. Tes terakhir di Yogyakarta tanggal 19 Juni sedangkan tes wawancaranya di Jakarta diadakan tanggal 21 Juni. Ia pun bergegas mencari tiket kereta tujuan Jakarta waktu itu. Naas tak ada tiket yang sesuai dengan jadwal wawancaranya. Akhirnya ia membeli tiket bus dengan keberangkatan tanggal 19 Juni pukul  7 malam. Oleh karenanya usai daftar ulang ia langsung menuju kost saudaranya untuk packing berangkat ke Jakarta.

Cobaan datang ketika ia hendak berangkat menuju agen bus. Ia sudah mencari taksi dari pukul 17.30 tapi mendapatkan jawaban dari si agen taksi. Ia pun juga mencoba mencari taksi disekitarnya tapi tak ada yang berhenti. Hampir pukul 19.00 ia baru mendapatkan taksi untungnya bus yang ia tumpangi baru akan berangkat pukul 21.00. Beberapa jam terombang-ambing dalam bus akhirnya tanggal 20 Juni ia sampai di rumah saudaranya di Banten. Ia berencana istirahat semalam agar keesokan harinya bisa mengikuti wawancara dengan fresh. Tetapi kenyataanya ia kelelahan dan merasa belum siap untuk diwawancarai. Dengan dorongan dan dukungan dari saudaraya untuk tetap mencoba wawancara ia pun akhirnya berangkat ke kedubes Turki dengan diantarkan saudaranya.

Berbekal dokumen ia bergegas menuju ke ruang tunggu kedubes Turki sendirian karena saudara yang mengantarkannya tidak diijinkan untuk masuk. Di ruang tunggu tersebut telah berjajar rekan-rekannya yang siap untuk diwawancarai. Ia tahu mereka telah siap dari percakapan singkatnya dengan beberapa orang diantaranya. Mereka mempunyai pengetahuan tentang Turki yang luar biasa sedangkan Naelil hanya berdoa semoga pertanyaan seperti itu tidak akan ditanyakan padanya. Karena memang ia tak mengetahui seluk beluk Turki dan Turki bukan target negara utama yang ia inginkan untuk menimba ilmu.

Begitu masuk ruang wawancara ia sudah disambut dengan 3 interviewer. Rekan sebelumnya yang telah diwawancarai ada yang mengambil jurusan jurnalistik seperti Naelil ia pun berharap agar tidak ditanya tentang berita. Karena selama seminggu terakhir ia disibukkan dengan daftar ulang dan perjalanan menuju Jakarta. Alhamdulillah ia pun mendapatkan pertanyaan sesuai yang ia harapkan. Dengan setenang mungkin sembari melemparkan senyum pada interviewer ia mencoba menjawab semua pertanyaan mereka. Pertanyaan yang diajukan waktu itu adalah tentang profil diri, alasan memilih jurusan dan Turki dan rencana kedepannya. Semua yang ditanyakn sesuai dengan aplikasi yang dimasukkannya secara online. Satu bulan setelah wawancara tepatnya 27 Juli 2014 ia sudah menerima email yang berisi LoA. Selanjutnya bulan Agustus 2014 ia sudah memulai untuk mengurus visa dan pada bulan september 2014 ia sudah harus berangkat ke Turki. Tak ada yang menyangka takdir manusia, meski kadang tak pernah disangka atau diharapkan bisa jadi hal itu yang terbaik yang diberikan Allah untuk kita. Demikian halnya Naelil yang awalnya tak pernah menargetkan studi ke Turki kini justru meraih beasiswa studi ke Turki dan ia pun bangga.

Referensi :

https://naeliltheclimber.wordpress.com/2015/05/28/wawancara-beasiswa-turki-turkiye-burslari/

Comments

Loading...

comments

Loading...

1 COMMENT

  1. Ini dimana “CARA” nya ya. kalo begini sih namanya cerita pengalaman bukan caranya dia bisa lolos

LEAVE A REPLY

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.