MENIKMATI DUNIA PERKULIAHAN DI TURKI, BERSAMA SYARIFAH SUCI ARMILIA

MENIKMATI DUNIA PERKULIAHAN DI TURKI, BERSAMA SYARIFAH SUCI ARMILIA

1336
SHARE
Loading...

Saya Syarifah Suci Armilia, saya lahir dan besar di Pontianak, Kalimantan Barat hingga tamat SMA. Sejak SMP saya sudah ingin menempuh pendidikan S1 di Turki, karena saya jatuh cinta dengan budayanya, sejarahnya, dan dinamika politik dan kehidupan sosial di Turki jika dilihat secara historis. Sebelum ke Turki, saya sempat menempuh pendidikan sekitar 3 bulan di President University. Setelah menerima pengumuman lulus beasiswa, saya memutuskan untuk berangkat ke Turki.

Waktu itu, penerima beasiswa di tahun kami belum tahu pasti akan kuliah dimana. Kami terlebih dahulu harus belajar Bahasa Turki selama kurang lebih 8 bulan dan harus mendapatkan nilai yang bagus, serta tidak boleh absen lebih dari 3 kali dalam sebulan jika ingin diterima di universitas bergengsi. Setelah melalui beberapa tahap ujian Bahasa Turki, wawancara dalam Bahasa Turki serta menulis personal statement essay dalam Bahasa Turki, saya akhirnya diterima di Marmara University, jurusan Political Science and International Relations.

Marmara University adalah salah satu universitas terpandang di Turki, yang didirikan pada tahun 1883. Banyak alumni Marmara University yang menjadi tokoh terkenal, salah satunya adalah mantan Perdana Menteri Turki, yang baru saja terpilih menjadi Presiden Turki di pemilu tahun ini, Recep Tayyip Erdogan. Ada total 12 kampus MarUn yang tersebar di seluruh penjuru Istanbul, namun sekarang sedang dibangun satu kampus besar untuk menggabungkan beberapa fakultas di satu tempat.

Umumnya jurusan favorit di MarUn adalah jurusan ilmu sosial, seperti Teologi, Ekonomi, dan Hubungan Internasional. Untuk info lebih lanjut mengenai Marmara University silahkan kunjungi http://www.marmara.edu.tr/en

Suasana belajar di Turki dan Indonesia sangat berbeda. Di Turki, perkuliahan terasa sangat santai dan independen. Dosen jarang memberikan tugas dan biasanya absen hanya sebagai penambah nilai ketika ujian (tergantung kebijakan dosen). Hal ini tentunya menjadi culture shock bagi kebanyakan mahasiswa Indonesia karena kita dari SD dibiasakan untuk mengerjakan tugas untuk membantu membangun kebiasaan belajar secara rutin. Namun yang mengejutkannya, mahasiswa Turki termasuk tipe hard worker. Demi mendapatkan nilai yang memuaskan, mereka rela kurang tidur bahkan tidak tidur selama berminggu-minggu sebelum ujian. Juga, mungkin sedikit banyak menganut budaya Eropa, tidak ada keharusan memakai kemeja dan sepatu di area kampus. Banyak teman-teman saya yang memakai celana training, baju terbuka (bahkan dosen-dosen di sinipun begitu). Hal ini yang masih kurang familiar bagi orang Indonesia, yang banyak mengira orang Turki seperti orang Arab, padahal tidak sama sekali. Dosen-dosen di sini termasuk profesional, selalu hadir mengajar dan hampir tidak pernah datang terlambat.

Nah, buat para sahabat yang ingin melanjutkan studi ke Turki bisa melalui cara berikut:

  1. Kategori penerima beasiswa pemerintah Turki (Turkiye Burslari); satu-satunya cara untuk mendapatkan beasiswa adalah dengan terus up-to-date di situs resmi Turkiye Burslari http://www.turkiyeburslari.gov.tr/index.php/en/ dan di fanpage facebook-nya. Ikuti semua persyaratan yang ada, dan persiapkan semua kriterianya dengan matang dan serius. Berbeda dengan di tahun saya yang mekanisme pendaftarannya ribet dan semua-semuanya yang terkadang tidak jelas, sekarang pemerintah Turki jauh lebih serius dalam penerimaan dan pemberian beasiswa untuk siswa dari luar negeri. Tidak heran jika minat pelajar untuk ke Turki meningkat tiap tahunnya, alhasil persaingan untuk mendapatkan beasiswa semakin ketat.
  2. Kategori non-beasiswa; saya sarankan sering-seringlah research di website universitas yang kamu inginkan untuk cari tahu syarat penerimaan mahasiswa di universitas tersebut, karena tiap universitas mencantumkan syarat yang berbeda. Namun secara umum, nilai ijazah harus bagus (rata-rata di atas 8), TOEFL iBT atau SAT (jika jurusan kamu menggunakan pengantar Bahasa Inggris seperti jurusan di universitas saya), dan syarat lainnya.
Loading...

Sumber : berkuliah.com

 

Loading...

LEAVE A REPLY