IPK Gak Cumlaude, TOEFL Pas – Pasan Bisa Dapat Beasiswa di NTU,...

IPK Gak Cumlaude, TOEFL Pas – Pasan Bisa Dapat Beasiswa di NTU, Singapore

1534
SHARE

Namanya angga Hermawan, Ia adalah seorang mahasiswa Institut Teknologi Bandung yang mendapatkan beasiswa ke Singapore. Awalnya ia mengetahui program beasiswa Temasek Foundation Leadership Enrichment and Regional Networking atau TF LEaRN dari salah seorang temannya yang berkuliah di Universitas Airlangga dan juga telah mendapatkan beasiswa tersebut sebelumnya. Waktu itu temannya sudah diterima di National University of Singapore (NUS) sehingga ia tertarik untuk mengikuti program itu pula.

Dengan penuh antusias pada bulan Agustus 2013 ia mulai mencari tau tentang beasiswa atau apapun yang bisa memberinya kesempatan keluar negeri di website International Relation Office atau dikenal dengan nama IRO, ITB. Di website tersebut ia menemukan informasi mengenai beasiswa TF Learn ke NUS, Singapura. Tentu saja ia sangat senang waktu itu. Tetapi ia terkejut dengan persyaratannya yang berat baginya yaitu IPK minimal 3,50, TOEFL 550. Sedangkan persyaratan lain seperti CV, Motivation Letter dan Recommendation letter masih bisa ia siapkan sebaik mungkin. Ia pun tak mau dikatakan kalah sebelum berperang maka ia pun nekat mendaftar beasiswa tersebut dan berharap itu adalah rejekinya.

Setelah menunggu selama 2 minggu pengumuman dari IRO belum juga muncul. Tak ada kabar sama sekali siapa yang lolos dan siapa yang tidak lolos. Menurutnya adalah penting mengetahui apakah dia lolos atau tidak. Ternyata pengumuman kandidat yang lolos sudah diberitahukan secara pribadi pada kandidat yang lolos. Ia mengetahui hal tersebut setelah bertanya melalui website dan akun twitter. Ia kecewa sekaligus marah pada staf IRO saat itu karena tidak diberi tahu apakah lolos atau tidak. Ia tak bisa berbuat apa-apa lagi dan ia masih bertekad untuk mencoba tahun depan.

Buku

Allah memiliki rencana lain untuk Angga. 1 minggu setelah penolakan itu ia mendapatkan pesan singkat dari Mbak Ciptani, salah satu staf IRO, ITB. Inti dari pesan itu adala menawarkan informasi beasiswa TF Learn lagi ke Angga tetapi bukan di NUS melainkan di NTU (Nanyang Technological University), Singapore. Tanpa berfikir panjang Angga pun meng iyakan tawaran menggiurkan itu dan segera menuju kantor IRO untuk mengetahui proses pendaftarannya.

Sepulang dari kantor IROia langsung upload dokumen yang dibutuhkan dan mengisi biodata. Setelah terkirim ia merasa sudah selesai dan besok ada balasan. Ternyata tidak ada email masuk. Setelah di cek email yang ia masukkan kurang 1 huruf. Hari itu hari jumat sedangkan deadline hari senin, sabtu minggu kantor IRO tutup dan hari senin Ibu Ayi sebagai koordinator IRO tidak masuk juga karena ada tamu dari luar negeri. Langsung saja ia datang ke kantor IO dan menjelaskan masalahnya. Disaat yang bersamaan datanglah rekannya Jefry yang mau mengambil endorsement yang sudah ditandatangani. Jefry pun menjelaskan prosesnya dari awal dan memberikan link endorsement form miliknya. Untungnya link nya sama hanya beda nomor pendaftaranya saja. Setelah itu dengan terengah-engah ia print endorsement form, mencari Ibu Ayi untuk minta tanda tangan, lalu meng-upload dokumen lagi ke website NTU. Setelah itu yang ia lakukan hanya menunggu, berdoa dan membuka email setiap hari karena pengumuman dilakukan melalui email masing-masing. Tak sengaja membuka twitter tiba-tiba ditimeline muncul ucapan selamat untuknya dan Jefry karena diterima di NTU. Alhamdulillah, ketika Rejeki sudah diperjuangkan maka takdir Allah memang tak pernah meleset.

Referensi :

http://anggahermaw.blogspot.co.id/search/label/Singapore

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.