Prosedur Pendaftaran Beasiswa Universitas Islam Madinah (UIM)

Prosedur Pendaftaran Beasiswa Universitas Islam Madinah (UIM)

24756
SHARE
Manhajuna
Loading...

Madinah adalah salah satu kota yang diimpikan setiap muslim untuk dikunjungi. Banyak tempat bersejarah di Madinah yang bisa kita ziarahi. mengenai lokasi menarik apa saja yang ada di Madinah. Selain untuk di ziarahi, Madinah juga menyediakan lembaga pendidikan tinggi yang menjadi impian para penuntut ilmu dan juga pencari beasiswa. Salah satu universitas di Madinah yang menyediakan fasilitas beasiswa adalah Universitas Islam Madinah.

Universitas Islam Madinah (UIM) pada prinsipnya membuka pendaftaran Beasiswa sepanjang tahun. Melalui daftar Online, calon Mahasiswa bisa kapan saja melakukan prosedur daftar online di web UIM, selama website tidak dalam maintenance atau perbaikan. Oleh karena itu tidak ada istilah akhir pendaftaran.

  1. Syarat Pendaftar
  1. Berkelakuan baik.
  2. Berjanji untuk mentaati semua Peraturan Universitas.
  3. Lulus tes kesehatan.
  4. Lulus tes yang diadakan oleh otoritas yang bersangkutan.
  5. Memiliki ijazah SMU atau yang setara dengannya dari dalam Saudi ataupun dari luar Saudi.
  6. Ijazah SMU harus dikeluarkan oleh Sekolah Negeri atau sekolah yang telah diakui oleh Universitas Islam Madinah.
  7. Berkomitmen fokus penuh untuk belajar.
  8. Masa lulus dari SMU tidak lebih dari lima tahun.
  9. Usia tidak melebihi 25 tahun ketika memulai belajar di Universitas Islam Madinah.
  10. Bagi yang ingin kuliah di Fakultas Al-Qur’an harus sudah hafal Al-Qur’an 30 juz.
  11. Melengkapi persyaratan-persyaratan lain yang ditentukan oleh Dewan Universitas Islam Madinah yang diumumkan saat pendaftaran.
  12. Bagi pemohon yg Ijazah SMU-nya dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Kerajaan Saudi Arabia, ia harus memiliki sertifikat lulus uji kemampuan.

Perlu diperhatikan:

  1. Tidak ada kantor perwakilan atau agen untuk menerima permohonan pendaftaran di Universitas Islam Madinah di negara manapun.
  2. Calon mahasiswa harus melakukan proses pendaftaran sendiri, dan bertanggung jawab untuk menjaga nomor-nomor yang diberikan kepadanya saat selesainya proses pendaftaran.
  3. Universitas Islam Madinah adalah lembaga ilmiah dan pengetahuan yang dirancang untuk menyampaikan Risalah Islam melalui dakwah, pendidikan sarjana, pascasarjana, penulisan karya ilmiah, penerjemahan dan penyebarluasannya, serta menjaga Warisan-warisan Islam.
  4. Bahasa pengantar di Universitas Islam Madinah adalah bahasa Arab.
  5. Universitas Islam Madinah tidak berkewajiban meluluskan setiap pemohon yg mendaftar, hingga ada pemberitahuan secara tertulis dari pihak kampus.
  6. Data-data yang dimasukkan tidak akan diakui, kecuali jika dilengkapi dengan dokumen-dokumen yg membuktikan informasi tersebut.
  7. Pemohon dengan dokumen palsu akan dikenakan sangsi dan akan dibatalkan penerimaannya.
  8. Universitas Islam Madinah berhak menentukan fakultas mahasiswa yang diterima setelah kedatangannya, sesuai dengan peraturan yg berlaku.
  9. Mahasiswa yang diterima di Universitas Islam Madinah bisa mendapatkan nomor tiketnya via internet, di website Universitas Islam Madinah, kemudian merujuk ke kantor penerbangan (airlines).
  10. Mahasiswa yang diterima bertanggung jawab untuk mencari dan mengikuti info tentang sistem dan aturan studi, di papan-papan pengumuman yg disediakan oleh kampus.
  11. Semua perjanjian, persetujuan, dan peringatan yang terdapat di dalam file elektronik ini akan mengikat pemohon sebagaimana file kertas lainnya. Pemohon juga bertanggung jawab sendiri untuk mengeceknya secara berkala dengan menggunakan username dan password pribadinya. Hal ini juga berlaku pada semua transaksi elektronik yg dilakukan oleh pemohon dengan menggunakan username pribadinya.
  12. Semua perjanjian, persetujuan, dan syarat-syarat yg dibaca dan disetujui oleh pemohon saat pendaftaran ini, akan dimasukkan ke dalam berkas-berkas miliknya dg menggunakan bahasa arab.
  1. Dokumen yang Diperlukan
  1. Ijazah SMU.
  2. Transkrip nilai dari jenjang SMU.
  3. Sertifikat berkelakuan baik.
  4. Akte kelahiran.
  5. Paspor.
  6. KTP.
  7. Foto berwarna terbaru ukuran 4×6.
  8. Foto dengan tanpa kacamata, tanpa penutup kepala, dan dengan background putih.
  9. Laporan medis dari klinik kesehatan resmi, yang menyatakan sehat panca indra dan bebas dari penyakit menular
  10. Surat keterangan dari Lembaga Islam di negara asal atau dari dua Tokoh Islam, yang menjelaskan bahwa calon mahasiswa adalah Muslim yang menjaga shalat lima waktu dan berakhlak mulia.
  11. Sertifikat masuk Islam, bagi yang Islamnya tidak dari lahir. – Pemohon harus menerjemahkan semua dokumen yg tidak berbahasa arab dengan terjemahan bahasa arab yg telah disahkan oleh kantor penerjemah resmi. – Jika diterima, calon mahasiswa harus mendatangkan dokumen asli yang telah disahkan oleh Kedutaan Besar Arab Saudi di negara asalnya. Jika Kedutaan Besar Arab Saudi tidak ada di negaranya, maka semua dokumen bisa disahkan di lembaga manapun yang diakui oleh Universitas Islam Madinah. – Jika ada kesalahan pada data-data inti pemohon dalam dokumen asli (seperti: nama, tempat, dan tanggal lahir), maka diharapkan membenarkan semua kesalahan tersebut di lembaga yang berwenang di negaranya, sebelum mengirimnya ke Universitas, karena aturan di kampus melarang perubahan data-data inti setelah menerima calon mahasiswa.
  1. Fasilitas Beasiswa di Arab Saudi
  2. Umum
  •  Apakah kuliah di Arab Saudi itu beasiswa?
    • Ya, beasiswa full.
  • Bisakah kuliah di Arab Saudi dengan bayar sendiri?
    • ana tidak tahu. Yang ana tau semua mahasiswa Indonesia kuliah dengan beasiswa Kerajaan Arab Saudi.
  • Kalau saya umroh sekaligus Muqobalah UIM trus nggak pulang sampai diterima gimana?
    • Sangat tidak dianjurkan, visa umroh itu terbatas waktunya. Jika masanya expired maka status Antum illegal di Saudi. Kalau ketangkap akan dipulangkan ke Indonesia juga akhirnya.
  • Kalau nggak ketangkap?
    • Tetap saja Antum melanggar aturan kerajaan karena tinggal secara illegal. Dan mau tinggal di mana emang? Siapa yang tanggung biaya makan Antum? Kalau ana sih, nggak mau bantu yang illegal seperti ini. Numpang nginap di kamar kawan sesama mahasiswa Madinah saja nggak boleh, apalagi bawa keluarga nginap di asrama, apalagi bawa orang asing yang bukan keluarga.
  • Saya nggak akan numpang mahasiswa dan akan tanggung biaya makan sendiri, gimana?
    • Tetap saja illegal. ana gak mau bantu. Dan yang perlu Antum baca ulang pada posting Tanya Jawab UIM bahwa yang muqobalah langsung di Madinah pun tidak pasti diterima, hanya banyak yang bilang berpeluang besar diterima.
  • Fasilitas kampus lain apa saja?
    • Nggak jauh beda dengan UIM, hanya nggak ada fasilitas bus kampus ke Masjid Nabawi. Kan Masjid Nabawi cuma 1 dan cuma di Madinah.

 

Loading...

LEAVE A REPLY