Apa Persiapanmu Menembus Beasiswa Turkiye Burslari? Simak Perjuangan Pemuda Indonesia ini

Apa Persiapanmu Menembus Beasiswa Turkiye Burslari? Simak Perjuangan Pemuda Indonesia ini

16528
SHARE
Loading...

Berniat kuliah di negeri al fatih? Mungkin beasiswa turkiye burslari adalah jawabannya. Beasiswa ini berasal dari pemerintah Turki yang dibuka setahun sekali. Biasanya di buka pada awal tahun sekitar bulan januari hingga februari atau maret. Beasiswa ini diperuntukan mereka yang ingin melanjutkan pendidikan pada jenjang S1, S2 atau S3 di Turki. Beasiswanya mencangkup biaya pendidikan, biaya hidup hingga biaya kursus bahasa turki selama 1 tahun. Kampus pilihannya pun juga banyak dan bidang studi yang ditawarkan juga beragam mulai dari bidang sains, sosial hingga agama. Menarik bukan? Berbagai macam persyaratan dan proses seleksi kamu bisa baca di patingan tim kami sebelumnya disini.

Walaupun kelihatannya susah dan ribet tapi banyak lho mahasiswa Indonesia yang berhasil menembus beasiswa ini. ernaSebut saja Erna, seorang alumni S1 THP, ITB, Bandung yang awalnya ingin melanjutkan S2 di Korea dengan beasiswa KGSP malah terpincut dengan beasiswa Turkiye burslari ini. Dari semua persyaratan yang ada ada 2 dokumen yang tidak ia upload saat pendaftaran online yaitu sertifikat TOEFL dan surat rekomnedasi. Namun, rejeki tak kemana ia justru lolos seleksi administrasi. Adapun pada seleksi wawancara interviewer menanyakan tentang diri pribadi Erna, alasan memilih Turki, tentang hal-hal yang ia tulis di aplikasi beasiswa, rencana yang ia miliki setelah lulus S2 dan pertanyaan yang membuatnya merasa mati kutu adalah pertanyaan tentang persiapan yang dilakukan Erna untuk wawancara tersebut. Bagaimana tidak? Ia bahkan hanya iseng apply  beasiswa tersebut dan akhirnya lolos hingga seleksi wawancara. Prinsip yang ia pegang pada saat itu adalah menjawab dengan jujur, sebaik mungkin dan seyakin mungkin. Ia pun lolos beasiswa ini.

putri anatasPerjuangan meraih beasiswa Turkiye jenjang S1 pun juga tak kalah seru. Putri Anatasia adalah salah satu awardee  Turkiye burslari jenjang S1 yang berjuang mendapatkan beasiswa ini di sela-sela persiapan SBMPTN. Hal serupa juga di alami oleh Silviana mayasari. Perempuan asal kota Reog ini awalnya sudah memfokuskan diri untuk diterima di jurusan Biologi, Universitas Indonesia. Namun ternyata ia gagal seleksi SNMPTN di UI. Di saat yang hampir bersamaan ia pun dipanggil seleksi wawancara turkiye burslari di Jakarta.  silviKetika masuk ruang interview Silvi mengucapkan salam  dan disambut oleh ketiga pewawancara. Dimeja wawancara itu interviewer bertanya sampai titik darah penghabisan. Dia berusaha tenang dan menunjukkan sertifikat organisasi, olimpiade dan foto kegiatan social dan kegiatan seni reog semasa SMA. Ia pun lunglai ketika keluar dari ruang interview tersebut dan memutuskan untuk kuliah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta karena sudah telat untuk mendaftar di Universitas Negeri. Tapi Allah berkata lain, di pertengahan semester kuliahnya ia mendapatkan kabar bahwa ia diterima beasiswa Turkiye burslari.

ilma alyaBerbeda halnya dengan Ilma Alya yang sangat matang mempersiapkan seleksi beasiswa ini. Pasca diumumkan ia lolos seleksi administrasi Ia pun memantau perkembangan orang-orang yang juga diundang wawancara dari grup facebook. Lalu ia pun men-survey lokasi wawancara sebelum hari H. pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan juga ia persiapkan dengan baik. Utamanya pertanyaan tentang background  pendidikan dan jurusan yang dipilih. Ia pun memperdalam pengetahuannya tentang Negara Turki. Untuk menarik perhatian interviewer  ia juga mempelajari beberapa bahasa Turki agar mereka terkesan akan niat dan ketertarikannya akan Turki. Ia sampai menyiapkan alat peraga seperti hasil karya yang berhubungan dengan jurusan yang dipilih atau jurusan sekolah sebelumnya. Berbekal persiapan wawancara tersebut ia dinyatakan lolos sebagai awardee  dan sejak tahun 2015 menjalani kuliah S1 di Jurusan Bahasa dan Literatur Turki, Selçuk University, Konya, Turkey. (Pu)

Comments

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.