2 Tahun Apply Beasiswa, Maisya Farhati Akhirnya Mendapatkan Beasiswa EPF dari University...

2 Tahun Apply Beasiswa, Maisya Farhati Akhirnya Mendapatkan Beasiswa EPF dari University Of Groningen, Belanda

1999
SHARE

Beasiswa EPF dari University Of Groningen, Belanda

Meskipun sudah mengenal University of Groningen atau Rijkuniversiteit Groningen (RUG) sejak menjadi mahasiswa S1 di Univeristas Gajah Mada, Maisya tak pernah menargetkan untuk bisa studi lanjut kesana.

Padahal ia sudah mengetahui bahwa RUG adalah salah satu universitas top 100 dunia yang juga telah bekerjasama dengan UGM dalam hal double degree atau pertukaran pelajar. Ia memang berencana  akan melanjutkan S2 tetapi tidak memiliki tujuan spesifik akan kuliah negara mana. Yang ia fokuskan adalah minatnya pada bidang studi international trade, development, dan globalisation.

Niat dan motivasinya untuk mendaftar beasiswa dengan tujuan adalah kampus RUG muncul ketika ia mendapat sebuat tautan dari salah seorang temannya yang juga pemburu beasiswa pada bulan Januari. Meskipun ia sudah mengetahui informasi tersebut sebelumnya entah mengapa ia baru terdorong untuk mendaftar pada akhir periode pendaftaran.

Pertimbangannya karena ia belum mendapat kabar dari beasiswa lainnya. Selain itu untuk mendaftar beasiswa kampus tentunya ia harus diterima terlebih dahulu pada kampus tersebut. Akhirnya ia browsing website kampus RUG namun tidak menemukan program studi yang sama persis dengan apa yang ia inginkan. Namun ia menemukan program studi yang mendekati minatnya yakni International Economics and Business (IE&B).

Ia merasa program tersebut berkaitan dengan pekerjaanya sebelumnya di APEC Business Advisory Council (ABAC). Selama bekerja ia melakukan kegiatan advokasi antar sector pemerintah, swasta dan akademis dan berusaha membangun kerjasama antara tiga elemen tersebut. Sehingga dengan deskripsi program IE&B yang mengeksplorasi sector Publik dan swasta untuk memanfaatkan globalisasi dan global value chain dirasa sesuai sekali.

Setelah memantapkan hati untuk melanjutkan studi lagi ia akhirnya mencoba mendaftar beberapa beasiswa ke beberapa universitas. Proses pendaftaran beasiswa tersebut memakan waktu 2 tahun dan hasilnya pun beragam ada yang gagal, ada yang diterima di univeristas tetapi tanpa beasiswa dan lain sebagainya.

Meskipun berkali-kali gagal, ia tetap gigih mencari beasiswa ditengah-tengah aktivitasnya dalam bekerja. Hingga akhirnya ia menemukan beasiswa Eric Bleumink Fund (EBF) Scholarship dari RUG. Beasiswa ini berasal dari donator sehingga kuota yang diterima setiap tahunnya berbeda-beda. Mekanisme yang ia lakukan untuk mendaftar beasiswa ini  pertama-tama dilakukan dengan mendaftar salah satu program di RUG.

Pada laman aplikasi pendaftaran ia menyebutkan bahwa ia mengajukan beasiswa EBF. Setelah mendapatkan LoA (unconditional) ia pun mengonfirmasi usulan beasiswa lalu submit berkas yang diperlukan untk mendapatkan beasiswa seperti motivation letter yang menitikbertakan pada rencana karir dan kolaborasi RUG. Selanjtnya pihak EBF akan menyeleksi kandidat yang sesuai.

Selama waktu tunggu seleksi tersebut yang ia lakukan hanyalah berdoa dan berdoa. Hingga akhirnya pada tahun akademik 2013/2014 ia dinyatakan sebagai salah satu dari empat penerima beasiswa EBF dari Indonesia. Sedangkan Tiga orang lainnya berasal dari , Burundi, Nepal, dan Bangladesh. Alhamdulillah perjuangannya selama 2 tahun terbayar sudah, ia pun diterima di University of Groningen dengan beasiswa.

 

Referensi :

https://maisyafarhati.com/2013/11/19/beasiswa-untuk-berkuliah-di-university-of-groningen/

 

LEAVE A REPLY