Contoh Kalimat Pasif Bahasa Inggris Beserta Penjelasannya

Ok, jadi kita akan bahas tentang kalimat pasif dalam bahasa Inggris nih. Mungkin temen-temen sering denger atau pakai kalimat pasif tapi bingung gimana sih cara membebedakannya sama kalimat aktif. Jadi, kalimat pasif tuh biasanya digunakan kalo si subjek lagi enggak penting atau nggak diketahui, jadi fokusnya lebih ke objek yang diterima perlakuan atau tindakan dari si subjek. Kata-kata yang biasa dipake juga beda sama kalimat aktif, yang pastinya lebih simpel dan gampang dimengerti. Yuk, langsung kita bahas aja deh!

Pengertian Kalimat Pasif Bahasa Inggris

Kalimat pasif adalah salah satu bentuk kalimat dalam Bahasa Inggris yang menunjukkan bahwa subjek kalimat tidak melakukan aksi atau tindakan terhadap objek, tetapi objeklah yang menjadi objek utama kalimat. Dalam kalimat pasif, objek ditempatkan di awal kalimat, sedangkan subjek bergeser ke akhir kalimat atau bahkan tidak disebutkan sama sekali.

Contoh kalimat pasif dalam Bahasa Inggris:

Active: She wrote an email.

Passive: An email was written by her.

Dalam contoh kalimat di atas, subjek pada kalimat aktif (she) bergeser menjadi objek pada kalimat pasif (an email). Objek pada kalimat aktif (an email) menjadi subjek pada kalimat pasif (was written by her).

Kalimat pasif biasanya digunakan untuk mengubah fokus pembicaraan dari subjek kepada objek. Hal ini bertujuan untuk membuat kalimat lebih sopan atau menghilangkan kejelasan tentang siapa yang melakukan tindakan tersebut.

Contoh penggunaan kalimat pasif dalam Bahasa Inggris:

Active: The company made a mistake.

Passive: A mistake was made by the company.

Contoh di atas menghilangkan fokus pada subjek (the company) dan fokusnya beralih menjadi objek (a mistake).

Kalimat pasif juga digunakan untuk menunjukkan bahwa subjek tidak terlalu penting atau tidak diketahui identitasnya. Kalimat pasif ini sering kali digunakan dalam laporan resmi atau di media massa.

Contoh penggunaan kalimat pasif dalam Bahasa Inggris:

Active: The police will interview the suspect.

Passive: The suspect will be interviewed by the police.

Pada contoh di atas, tidak berarti identitas polisi yang melakukan aksi ini tidak diberitahukan melalui kalimat pasif, tetapi hanya saja fokusnya lebih ditekankan pada objek (suspect) daripada subjek (polisi).

Kalimat pasif memang seringkali dianggap lebih formal dan kaku dibandingkan dengan kalimat aktif. Namun, mempelajari cara menggunakan kalimat pasif dalam Bahasa Inggris dapat sangat membantu dalam berkomunikasi secara efektif dan sopan.

Contoh penggunaan poin di atas dalam bentuk kalimat pasif dalam Bahasa Inggris:

Active: I will give you the report tomorrow.

Passive: The report will be given to you by me tomorrow.

Contoh di atas menunjukkan bahwa subjek (I) diambilalih perannya oleh objek (the report) dalam kalimat pasif.

Untuk membuat kalimat pasif, perhatikan pola kalimat di bawah ini:

[Objek] + [be (is, are, am, was, were, been)] + [verbal 3] + [by + subject (optional)]

Berikut adalah beberapa contoh pembuatan kalimat pasif dari kalimat aktif:

Active: The teacher corrected the test.

Passive: The test was corrected by the teacher.

Active: The store sold 1000 units of product.

Passive: 1000 units of product were sold by the store.

Active: John didn’t sign the contract.

Passive: The contract wasn’t signed by John.

Demikianlah pengertian dan cara membuat kalimat pasif dalam Bahasa Inggris. Perlu diingat, pada beberapa kasus terkadang lebih baik menggunakan kalimat aktif daripada kalimat pasif. Namun, dengan memahami penggunaan kalimat pasif dengan baik, dapat membantu meningkatkan kemampuan dalam berkomunikasi secara efektif.

Tanda-tanda Kalimat Pasif dalam Bahasa Inggris

Sebelum membahas lebih dalam tentang tanda-tanda kalimat pasif dalam bahasa Inggris, ada baiknya kita mengingat kembali apa itu kalimat pasif itu sendiri. Kalimat pasif adalah kalimat di mana subjek/ pelaku dari sebuah tindakan tidak disebutkan atau menjadi kurang penting dalam suatu kalimat. Biasanya dalam kalimat pasif, peran subjek atau pelaku tindakan yang terjadi menjadi dipindahkan ke benda yang menerima tindakan yang dilakukan.

Berikut ini beberapa tanda-tanda yang bisa kita gunakan untuk mengenali sebuah kalimat yang menggunakan format kalimat pasif dalam Bahasa Inggris:

1. Kata Kerja ‘by’

Jika dalam suatu kalimat, terdapat kata kerja ‘by’, kemungkinan besar kalimat tersebut termasuk ke dalam kategori kalimat pasif. Kata ini biasanya diikuti oleh kata benda yang bertindak sebagai subjek. Contoh:

Active: He repaired the car.

Passive: The car was repaired by him.

2. Bentuk Kata Kerja yang Diubah

Ketika kita ingin mengubah sebuah kalimat yang sebelumnya dalam bentuk aktif, menjadi pasif, maka kita harus mengubah bentuk kata kerjanya dari ‘verb 1’ menjadi ‘verb 3’. Hal ini umumnya terdiri dari kata kerja yang berakhiran -ed

Contoh:
Active: They built this temple in 1920.
Passive: This temple was built in 1920.

3. Terdapat Kata ‘be’ atau ‘get’

Kita juga bisa mengenali kalimat yang termasuk ke dalam kategori kalimat pasif dari adanya kata ‘be’ atau ‘get’. Kata-kata ini biasanya diikuti oleh kata kerja dalam bentuk ‘verb 3’ atau kata sifat. Contoh:

Active: She cooked dinner for us

Passive: Dinner was cooked for us by her.

4. Tidak ada subjek Aktif

Faktanya, kalimat pasif tidak selalu mencantumkan subjek, meskipun tetap memungkinkan adanya peran subyek namun tidak secara langsung disebutkan dalam kalimat.

Active: He dropped the vase and it broke into many pieces.

Passive: The vase was dropped and broke into many pieces.

5. Adanya Frase/ Klausa Pengikut ‘by’

Frases atau klausa penghubung seperti ‘by someone’, ‘by someone else’, atau ‘by me’ biasanya menandai kalimat pasif dalam suatu kalimat. Klausa ini memberitahu kita siapa yang bertindak sebagai pelaku atau subjek dalam kalimat.

Active: They made the cake for me for my birthday.

Passive: The cake was made for me on my birthday by them.

Demikian beberapa tanda-tanda kalimat pasif dalam Bahasa Inggris yang bisa menjadi referensi kita. Dengan mengetahui ciri-ciri tersebut, kita bisa lebih mudah dalam membuat atau menguraikan kalimat pasif dalam Bahasa Inggris.


Konstruksi Kalimat Pasif dalam Bahasa Inggris

Kalimat pasif merupakan jenis kalimat yang subjeknya menerima aksi dari kata kerja. Dalam kalimat pasif, subjek tidak melakukan tindakan dalam kalimat tersebut. Di bahasa Inggris, konstruksi kalimat pasif dapat dibentuk dengan formula ‘be’ + past participle. Berikut ini adalah contoh kalimat pasif dalam berbagai bentuk:

1. Present Simple

Present simple kalimat pasif terbentuk dengan menggunakan ‘am/is/are’ + past participle. Contoh kalimatnya:

  • Bunga-bunga itu dipetik oleh ibuku. (The flowers are picked by my mother.)
  • Penyanyi itu dikenal oleh banyak penggemarnya. (The singer is known by many fans.)

2. Past Simple

Past simple kalimat pasif terbentuk dengan menggunakan ‘was/were’ + past participle. Contoh kalimatnya:

  • Kucing itu jatuh dari atas pohon. (The cat was fallen from the tree.)
  • Mobil pacarku dirusak oleh orang tak dikenal. (My girlfriend’s car was destroyed by unknown person.)

3. Present Perfect Simple

Present perfect simple kalimat pasif terbentuk dengan menggunakan ‘have/has been’ + past participle. Contoh kalimatnya:

  • Buku ini telah dibaca oleh saya. (This book has been read by me.)
  • Pembicaraan kita tadi telah direkam oleh tim teknisi. (Our conversation has been recorded by technical team.)

Kalimat present perfect simple digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu aksi telah selesai dalam waktu di masa lalu atau sekarang. Oleh karena itu, verb yang digunakan dalam kalimat ini adalah past participle.

Namun, kita juga perlu memperhatikan bahwa dalam kondisi tertentu, ada beberapa kata kerja yang tidak dapat diubah menjadi kalimat pasif. Misalnya, kata kerja intransitif seperti ‘arrive’, ‘come’, ‘go’, ‘sleep’, dan lainnya. Selain itu, beberapa kata kerja transitive seperti ‘have’, ‘see’, dan ‘understand’ juga tidak dapat diubah menjadi kalimat pasif dalam bentuk pertanyaan dimana kalimat seharusnya memakai bentuk aktif.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang konstruksi kalimat pasif dalam bahasa Inggris, kita dapat melatih kemampuan kita dengan membaca dan menulis berbagai contoh kalimat pasif. Selain itu, kita juga dapat belajar dengan penggunaannya di dalam percakapan sehari-hari. Dengan latihan yang terus-menerus, kita dapat menjadi lebih mahir dalam menggunakan kalimat pasif dalam bahasa Inggris.

Perubahan Verb dalam Kalimat Pasif Bahasa Inggris

Setelah memahami konsep umum mengenai kalimat pasif bahasa Inggris, saatnya kita membahas tentang perubahan yang terjadi pada kata kerja (verb) ketika digunakan dalam kalimat pasif.

1. Kata kerja (verb) dalam kalimat aktif menjadi kata kerja (verb) pasif

Contoh:
Kalimat aktif: The cat chased the mouse. [Kucing mengejar tikus.]
Kalimat pasif: The mouse was chased by the cat. [Tikus dikejar oleh kucing.]

Pada contoh di atas, kata kerja chased (dari kalimat aktif) berubah menjadi was chased (dari kalimat pasif).

2. “To be” sebagai kata bantu (auxiliary verb)

Ketika mengubah kalimat aktif menjadi pasif, kata kerja (verb) yang digunakan perlu didahului oleh kata bantu (auxiliary verb) “to be”.

Contoh:
Kalimat aktif: The students are solving the problems. [Siswa sedang menyelesaikan masalah.]
Kalimat pasif: The problems are being solved by the students. [Masalah dipecahkan oleh siswa.]

Pada contoh di atas, kata kerja solving (dari kalimat aktif) menjadi being solved (dari kalimat pasif) karena kata bantu “to be” digunakan.

3. Passive dengan “get”

Ada kalimat pasif yang menggunakan kata “get” sebagai bentuk pasif-nya.

Contoh:
Kalimat aktif: She broke the vase. [Dia memecahkan vas.]
Kalimat pasif: The vase got broken. [Vas itu pecah.]

Pada contoh di atas, kata kerja broke (dari kalimat aktif) menjadi got broken (dari kalimat pasif) karena kata “get” digunakan sebagai bentuk pasif-nya.

4. Passive dengan “to have”

Terdapat juga kalimat pasif yang menggunakan “to have” sebagai bentuk pasif-nya.

Contoh:
Kalimat aktif: He will clean the house. [Dia akan membersihkan rumah.]
Kalimat pasif: The house will have been cleaned. [Rumah akan telah dibersihkan.]

Dalam contoh di atas, kata kerja cleaned (dari kalimat aktif) diletakkan antara “have” dan “been” untuk membuat kalimat menjadi pasif.

Ketika mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif, ada beberapa perubahan yang perlu diperhatikan pada kata kerja (verb). Agar bisa menguasai perubahan-perubahan tersebut, maka pelajari dan latihlah terus menerus.

Contoh Kalimat Pasif dengan Active Voice

Kalimat pasif dalam bahasa Inggris dihasilkan dengan merubah urutan kata yang ada pada kalimat aktif. Dalam kalimat aktif, subjek melakukan aksi pada objek. Sedangkan dalam kalimat pasif, subjek dikenakan aksi.

Contoh Kalimat Pasif dengan Active Voice: Simple Present

1. Active Voice: She writes a book every month.
    Kalimat Aktif: Dia menulis sebuah buku setiap bulannya.
    Pasive Voice: A book is written by her every month.
    Kalimat Pasif: Sebuah buku ditulis oleh dia setiap bulannya.

Pada kalimat aktif, “She” bertindak sebagai subjek dan “a book” sebagai objek. Sedangkan pada kalimat pasif, structure dibalik. “A book” menjadi subjek dan “she” menjadi objek.

2. Active Voice: They eat pizza every Friday.
    Kalimat Aktif: Mereka makan pizza setiap Jumat
    Pasive Voice: Pizza is eaten by them every Friday.
    Kalimat Pasif: Pizza dimakan oleh mereka setiap Jumat.

Perubahan pada kalimat aktif ke pasif pada kasus ini juga sama seperti kasus sebelumnya. Namun, harus diingat bahwa dalam kalimat pasif, kata kerja harus digunakan dalam bentuk ketiga.

Contoh Kalimat Pasif dengan Active Voice: Present Continuous

1. Active Voice: He is drinking a cup of coffee right now.
    Kalimat Aktif: Dia sedang minum secangkir kopi sekarang.
    Pasive Voice: A cup of coffee is being drank by him right now.
    Kalimat Pasif: Segelas kopi sedang diminum oleh dia sekarang.

Pada kalimat pasif dengan present continuous, “being” ditambahkan sebelum verb ketiga. Ingat, verb ketiga digunakan dalam bentuk “V3”.

Contoh Kalimat Pasif dengan Active Voice: Simple Past

1. Active Voice: She watched a movie last night.
    Kalimat Aktif: Dia menonton film tadi malam.
    Pasive Voice: A movie was watched by her last night.
    Kalimat Pasif: Sebuah film ditonton oleh dia tadi malam.

2. Active Voice: I bought a new car yesterday.
    Kalimat Aktif: Saya membeli mobil baru kemarin.
    Pasive Voice: A new car was bought by me yesterday.
    Kalimat Pasif: Sebuah mobil baru dibeli oleh saya kemarin.

Pada kalimat pasif dengan simple past, verb ketiga juga digunakan dalam bentuk “V3”.

Contoh Kalimat Pasif dengan Active Voice: Past Continuous

1. Active Voice: He was working on his project when she called.
    Kalimat Aktif: Dia sedang mengerjakan proyeknya ketika dia menelepon.
    Pasive Voice: His project was being worked on by him when she called.
    Kalimat Pasif: Proyeknya sedang dikerjakan oleh dia ketika dia menelepon.

2. Active Voice: They were playing cards when the power went out.
    Kalimat Aktif: Mereka sedang bermain kartu ketika listrik mati.
    Pasive Voice: Cards were being played by them when the power went out.
    Kalimat Pasif: Kartu sedang dimainkan oleh mereka ketika listrik mati.

Demikianlah contoh kalimat pasif dengan active voice. Dalam kalimat pasif, objeklah yang menjadi fokus dari kalimat tersebut. Pahami sentence structure dan tenses dengan baik untuk menghasilkan kalimat pasif yang benar.

Peran Kalimat Pasif dalam Bahasa Inggris

Kalimat pasif adalah salah satu struktur kalimat yang sering digunakan dalam bahasa Inggris. Struktur kalimat ini mengubah fokus kalimat dari pelaku (subjek) ke objek (obyek). Dalam bahasa Inggris, kalimat pasif dibentuk dengan menggunakan kata kerja to be dan past participle. Contoh kalimat pasif dalam bahasa Inggris adalah “The cake was baked by my mom” (kue itu dibuat oleh ibuku).

Peran kalimat pasif dalam bahasa Inggris sangat penting karena dapat digunakan untuk menunjukkan berbagai macam fokus kalimat. Berikut adalah beberapa peran kalimat pasif dalam bahasa Inggris:

1. Menunjukkan objek yang lebih penting

Dalam kalimat aktif, fokus kalimatnya adalah pelaku atau subjek. Namun, dengan menggunakan kalimat pasif, fokus kalimatnya dapat dialihkan ke objek. Hal ini terutama berguna jika objek kalimat tersebut lebih penting atau lebih menarik perhatian daripada pelakunya. Contoh kalimat pasif dalam kasus ini adalah “The Mona Lisa was painted by Leonardo da Vinci” (Lukisan Mona Lisa dibuat oleh Leonardo da Vinci).

2. Menyembunyikan pelaku

Kalimat pasif juga dapat digunakan untuk menyembunyikan pelaku atau subjek dari kalimat. Hal ini sering dilakukan apabila pelaku atau subjek tersebut tidak perlu disebutkan atau tidak ingin disebutkan. Contoh kalimat pasif dalam kasus ini adalah “Mistakes were made” (Kesalahan dibuat). Dalam kalimat ini, tidak disebutkan siapa yang membuat kesalahan karena tidak perlu atau tidak diinginkan untuk disebutkan.

3. Menunjukkan ketidakpastian tentang pelaku

Kalimat pasif dapat digunakan untuk menunjukkan ketidakpastian tentang pelaku atau subjek. Hal ini berguna apabila tidak diketahui atau tidak ingin diketahui siapa pelakunya. Contoh kalimat pasif dalam kasus ini adalah “The car was stolen” (Mobil itu dicuri). Dalam kalimat ini, tidak diketahui siapa yang mencuri mobil tersebut.

4. Menunjukkan keadaan pasif

Kalimat pasif juga digunakan untuk menunjukkan keadaan pasif atau tidak aktif. Hal ini terutama berguna dalam kalimat yang mengandung kata kerja yang menunjukkan keadaan seperti sleep (tidur), rest (istirahat), atau die (mati). Contoh kalimat pasif dalam kasus ini adalah “The baby was sleeping” (Bayi itu sedang tidur).

5. Menghindari konflik

Kalimat pasif dapat digunakan untuk menghindari konflik atau masalah yang tidak diinginkan. Hal ini terutama berguna di dalam situasi-situasi yang berpotensi memicu konflik atau masalah, seperti pada pengumuman penting atau pemberian teguran kepada karyawan. Contoh kalimat pasif dalam kasus ini adalah “Mistakes were made and lessons were learned” (Kesalahan dibuat dan pelajaran diambil).

6. Memberikan penekanan pada objek

Terakhir, kalimat pasif digunakan untuk memberikan penekanan pada objek. Hal ini dilakukan terutama dalam kalimat yang mengandung kata sifat atau kata keterangan yang menunjukkan pentingnya objek. Contoh kalimat pasif dalam kasus ini adalah “The concert was enjoyed by everyone who attended” (Konser itu dinikmati oleh semua orang yang hadir).

Dalam kesimpulannya, kalimat pasif memiliki peran yang sangat penting dalam bahasa Inggris. Dengan menggunakan kalimat pasif, fokus kalimat dapat dialihkan ke objek, pelaku dapat disembunyikan atau tidak diungkapkan, dan kemungkinan konflik dapat dihindari. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami dan menguasai penggunaan kalimat pasif dalam bahasa Inggris secara baik dan benar.

Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Kalimat Pasif

Kalimat pasif adalah bentuk kalimat yang identitas subjek dan objeknya saling berbalik. Dalam bahasa Inggris, kalimat pasif dibuat dengan memindahkan fokus pada objek dari subjek. Kelebihan dan kekurangan menggunakan kalimat pasif penting untuk dipahami dalam keterampilan menulis dan berbicara bahasa Inggris.

Kelebihan Menggunakan Kalimat Pasif

1. Menekankan objek dari kalimat.

Dalam kalimat aktif, subjek lebih mendapat penekanan daripada objek. Pada kalimat pasif, posisi subjek dan objek dibalik, sehingga objek mendapat penekanan yang lebih. Misalnya, jika ingin menekankan pada hasil atau produk, kalimat pasif dapat digunakan.

2. Meminimalkan otoritas.

Dalam bahasa Inggris, terdapat konvensi dimana penggunaan kalimat aktif terkadang digunakan untuk menyuruh atau memerintahkan orang lain. Kalimat pasif lebih netral secara politik dan tidak memiliki konotasi otoritas.

3. Membuat kalimat lebih formal.

Dalam situasi formal seperti laporan, proposal, atau email bisnis, penggunaan kalimat pasif menambahkan keformalan dalam bahasa Inggris. Hal ini dikarenakan kalimat pasif lebih umum digunakan dalam konteks akademik dan profesional.

Kekurangan Menggunakan Kalimat Pasif

1. Menyembunyikan pelaku atau sumber tindakan.

Dalam kalimat pasif, pelaku atau sumber tindakan sering kali tidak disebutkan atau disembunyikan. Hal ini dapat menyebabkan kebingungan pembaca atau pendengar yang ingin mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas suatu kejadian.

2. Membuat kalimat menjadi ambigu.

Kalimat pasif juga memiliki kecenderungan membuat kalimat menjadi ambigu atau tidak jelas, terutama ketika objek lebih panjang daripada subjek.

3. Memperpanjang kalimat.

Penggunaan kalimat pasif sering kali membuat kalimat menjadi lebih panjang dan rumit. Hal ini dapat mempersulit pemahaman dan menyulitkan pembaca atau pendengar dalam memahami isi pesan.

4. Mengurangi sisi dramatis kejadian.

Penggunaan kalimat pasif dapat menghilangkan sisi dramatis dari suatu kejadian karena ia menempatkan objek lebih terlebih dahulu daripada pelakunya. Dalam situasi tertentu, hal ini berkontribusi pada kerugian dalam pengiriman pesan.

5. Tidak bisa digunakan pada kalimat yang tidak mempunyai objek.

Kalimat pasif hanya dapat digunakan pada kalimat-kalimat yang memiliki objek. Kalimat yang tidak mempunyai objek seperti “It’s raining” tidak dapat diubah menjadi kalimat pasif.

6. Membuat kalimat terkesan membosankan.

Kalimat pasif terkadang membuat kalimat terkesan membosankan dan kurang menarik atau kurang hidup. Hal ini terjadi ketika kalimat pasif digunakan secara berlebihan atau di tempat yang salah.

7. Keterbatasan pada kemampuan ekspresi.

Kalimat pasif cenderung lebih formal dan polos, sehingga tidak selalu cukup ekspresif. Pada kalimat-kalimat yang memerlukan ekspresi secara emosional, kalimat pasif mungkin tidak cukup memadai untuk menyampaikan pesan.

Menggunakan kalimat pasif atau aktif dapat bergantung pada situasi yang berbeda-beda. Penting bagi orang yang ingin mempelajari bahasa Inggris untuk memahami kelebihan dan kekurangan menggunakan kalimat pasif agar lebih memahami cara penggunaannya.

Tips Menggunakan Kalimat Pasif dengan Tepat

Kalimat pasif adalah salah satu jenis kalimat dalam bahasa Inggris yang dapat mengubah fokus kalimat dari pelaku (subject) ke objek (object) atau mendeskripsikan tindakan yang dilakukan pada objek tersebut. Namun demikian, penggunaan kalimat pasif tidak selalu tepat dalam setiap situasi. Berikut ini adalah beberapa tips dalam menggunakan kalimat pasif dengan tepat.

1. Ketahui Kapan Menggunakan Kalimat Pasif

Pengetahuan dasar tentang kapan menggunakan kalimat pasif sangat penting dalam menghindari kesalahan dalam penggunaannya. Kalimat pasif biasanya digunakan ketika pelaku dari tindakan tersebut tidak diketahui atau tidak ingin diungkapkan.

2. Fokus pada Objek

Salah satu manfaat dari penggunaan kalimat pasif adalah memfokuskan perhatian pada objek yang menerima tindakan. Hal ini dapat membantu dalam memberikan penekanan pada hal yang penting dalam kalimat tersebut.

3. Perhatikan Tenses

Dalam penggunaan kalimat pasif, tenses juga harus diperhatikan dengan baik. Beberapa tenses yang biasa dipakai dalam kalimat pasif antara lain simple present, present continuous, simple past, past continuous, present perfect, dan past perfect. Pastikan tenses yang digunakan sesuai dengan konteks dan waktu kejadian.

4. Jenis Kalimat Pasif

Terdapat dua jenis kalimat pasif dalam bahasa Inggris, yaitu pasif bentuk present dan pasif bentuk past. Pasif bentuk present digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu tindakan sedang berlangsung atau dilakukan secara terus-menerus. Sedangkan pasif bentuk past digunakan untuk menunjukkan bahwa tindakan sudah selesai dilakukan pada waktu tertentu di masa lampau.

5. Hindari Overusing Kalimat Pasif

Penggunaan kalimat pasif yang berlebihan dapat membuat kalimat terkesan monoton atau membosankan untuk dibaca. Oleh karena itu, pastikan untuk mencampur penggunaan kalimat aktif dan pasif dengan tepat dalam sebuah tulisan.

6. Perhatikan Pelaku (Subject)

Meskipun kalimat pasif tidak menunjukkan pelaku langsung dari tindakan, tetap perhatikan subjek dari kalimat tersebut. Pelaku dapat ditambahkan dengan menambahkan kata keterangan seperti “by” diikuti dengan pelaku yang dimaksud.

7. Pahami Konteks

Sebuah kalimat pasif haruslah sesuai dengan konteks yang sedang dibahas. Ketahui informasi yang ingin disampaikan dalam kalimat tersebut dan gunakan kalimat pasif hanya jika memang diperlukan dalam menyampaikan informasi tersebut.

8. Pilih Kata-Kata dengan Tepat

Sama seperti kalimat aktif, pemilihan kata-kata dalam kalimat pasif juga sangat penting. Pastikan kata-kata yang digunakan tepat dan jelas untuk memberikan maksud yang diinginkan dalam sebuah kalimat pasif.

Contoh penggunaan kalimat pasif dalam sebuah kalimat:

  • Active: John bought the car.
  • Passive: The car was bought by John.

Pada contoh di atas, kalimat aktif menunjukkan pelaku tindakan yaitu John, sedangkan kalimat pasif memfokuskan pada objek yaitu mobil yang dibeli.

Dalam kesimpulan, penggunaan kalimat pasif bukanlah suatu hal yang harus dihindari sepenuhnya, namun penggunaan yang tidak tepat dapat membuat kalimat menjadi kurang jelas atau sulit dipahami. Oleh karena itu, pemahaman tentang kapan dan bagaimana menggunakan kalimat pasif dengan tepat sangat penting untuk menyampaikan pesan dengan jelas dan efektif dalam bahasa Inggris.

Latihan Soal Kalimat Pasif Bahasa Inggris

Kalimat pasif adalah tipe kalimat di mana subjek menerima tindakan dari kata kerja. Misalnya, dalam kalimat aktif “John hit the ball,” “John” adalah subjek dan “hit” adalah kata kerja. Namun, dalam kalimat pasif “The ball was hit by John,” “the ball” menjadi subjek dan “was hit” menunjukkan bahwa tindakan dilakukan pada subjek itu. Berikut adalah latihan soal kalimat pasif bahasa Inggris:

1. They are building a new bridge over the river.
How would you make this sentence passive?

Jawaban: A new bridge is being built over the river by them.

2. She will clean the house every Monday.
How would you make this sentence passive?

Jawaban: The house will be cleaned by her every Monday.

3. People speak English all over the world.
How would you make this sentence passive?

Jawaban: English is spoken all over the world by people.

4. The police caught the thief on Monday.
How would you make this sentence passive?

Jawaban: The thief was caught by the police on Monday.

5. Someone has washed the car.
How would you make this sentence passive?

Jawaban: The car has been washed by someone.

6. The teacher will grade the papers tomorrow.
How would you make this sentence passive?

Jawaban: The papers will be graded by the teacher tomorrow.

7. She has eaten all the cake.
How would you make this sentence passive?

Jawaban: All the cake has been eaten by her.

8. The storm destroyed the old building.
How would you make this sentence passive?

Jawaban: The old building was destroyed by the storm.

9. He is writing a letter.
How would you make this sentence passive? Please provide at least three different answers.

Jawaban 1: A letter is being written by him.

Jawaban 2: The letter is being written by him.

Jawaban 3: The writing of a letter is being done by him.

10. The company will launch a new product next month.
How would you make this sentence passive?

Jawaban: A new product will be launched by the company next month.

Latihan soal kalimat pasif bahasa Inggris dapat membantu kita memperkuat kemampuan dalam membuat kalimat pasif. Penting untuk diingat bahwa dalam kalimat pasif, subjek yang melakukan tindakan menjadi tidak penting atau sama sekali tidak disebutkan.

Sekarang Kamu Sudah Bisa Bikin Kalimat Pasif Bahasa Inggris, Yuk Latihan Terus!

Terima kasih sudah menghabiskan waktu untuk membaca artikel ini. Semoga contoh kalimat pasif bahasa Inggris yang kami berikan bisa membantu kamu dalam memahami topik ini dengan lebih baik. Kamu bisa terus latihan membuat kalimat pasif agar semakin terbiasa dengan tenses yang berhubungan. Jangan lupa untuk selalu kunjungi kami di lain waktu untuk membaca artikel-artikel menarik lainnya. Sampai jumpa lagi!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *